Rabu, 27 Juni 2012

BAB I

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Belajar pada hakekatnya merupakan proses perubahan di dalam kepribadian yang berupa kecakapan, sikap, kebiasaan, dan kepandaian. Perubahan ini bersifat menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman.
Pembelajaran pada hakekatnya adalah suatu proses interaksi antar anak dengan anak, anak dengan sumber belajar dan anak dengan pendidik. Kegiatan pembelajaran ini akan menjadi bermakna bagi anak    jika dilakukan dalam lingkungan yang nyaman dan memberikan rasa aman bagi anak. Proses belajar bersifat individual dan kontekstual, artinya proses belajar terjadi dalam diri individu sesuai dengan perkembangannya dan lingkungannya.
 Belajar bermakna (meaningfull learning)  merupakan suatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang.  Kebermaknaan belajar sebagai hasil dari peristiwa mengajar ditandai oleh terjadinya hubungan antara aspek-aspek, konsep-konsep, informasi atau situasi baru dengan komponen-komponen yang relevan di dalam struktur kognitif siswa.
Proses belajar tidak sekadar menghafal konsep-konsep atau fakta-fakta belaka, tetapi merupakan kegiatan menghubungkan konsep-konsep untuk menghasilkan pemahaman yang utuh, sehingga konsep yang dipelajari akan dipahami secara baik dan tidak mudah dilupakan. Dengan demikian, agar terjadi belajar bermakna maka guru harus selalu berusaha mengetahui dan menggali konsep-konsep yang telah dimiliki siswa dan membantu memadukannya secara harmonis konsep-konsep tersebut dengan pengetahuan baru yang akan diajarkan.
 Dengan kata lain, belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami langsung apa yang dipelajarinya dengan mengaktifkan lebih banyak indera daripada hanya mendengarkan orang/guru menjelaskan.
Dari penjelasan di atas penulis cukup tergerak untuk ikut berperan dalam rangka meningkatkan proses belajar yang bermakna melalui makalah ini, sehingga mampu membawa inspirasi penulis kepada para pembaca bahwa proses belajar dianggap bermakna bila terdapat keterkaitan antara apa yang telah diketahui anak atau apa yang telah ada dalam pemikiran anak dengan apa yang sedang atau akan dipelajarinya. Dan makalah ini berjudul “Teori Belajar Bermakna”.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa Pengertian dari Belajar?      
2.      Bagaimanakah Hakikat Belajar Bermakna?    
3.      Bagaimana Belajar Bermakna Secara Kognitif, Afektif dan Psikomotorik?  
4.      Bagaimana Cara Melestarikan Belajar Bermakna?

1.3  Tujuan Pembahasan
1.      Agar pembaca dapat mengetahui  pengertian dari belajar 
2.      Agar pembaca dapat mengetahui  hakikat belajar bermakna
3.   Agar pembaca dapat mengetahui  bahwa belajar bermakna dapat dilihat secara kognitif, afektif dan psikomotorik
4.      Agar pembaca dapat mengetahui  cara melestarikan belajar bermakna

Tidak ada komentar:

Posting Komentar