Selasa, 26 Juni 2012

Belajar Matematika


1.      Belajar Matematika
a.      Pengertian Belajar
Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan. Tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Slameto, 2003:2). Menurut Gulo, W (2004:8) belajar adalah suatu proses yang berlangsung di dalam diri seseorang yang mengubah tingkah laku dalam berpikir, bersikap dan berbuat. Hal ini senada dengan pendapat Sardiman A.M. (2005:21) belajar akan membawa  suatu perubahan pada individu-individu yang belajar. Perubahan tidak hanya berkaitan penambahan ilmu pengetahuan, tetapi juga berbentuk kecakapan, keterampilan, sikap, pengertian, harga diri, minat, watak, dan penyesuaian diri. 
Belajar juga merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon.
Menurut Thursan Hakim (2002) belajar adalah suatu proses perubahan dalam kepribadian manusia dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningakatan pengetahuan, sikap, pemahaman, keterampilan, daya fikir dan kemampuan lainnya.
Menurut W.S. Winkel (dalam tim pengembang ilmu pendidikan FIP-UPI, 2007:328) Belajar adalah semua aktivitas mental atau  psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dalam lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengelolaan pemahaman.
Dari beberapa pengertian belajar di atas maka dapat disimpulkan bahwa belajar adalah semua aktivitas mental atau psikis yang dilakukan oleh seseorang sehingga menimbulkan perubahan tingkah laku yang berbeda antara sesudah belajar dan sebelum belajar.

b.      Belajar Matematika
Belajar matematika merupakan proses belajar untuk lebih meningkatkan ketrampilan dan kualitas dibidang matematika. Tujuan belajar matematika itu sendiri adalah sesuatu yang ingin dicapai setelah proses belajar mengajar matematika berlangsung dengan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.
Dalam proses belajar mengajar matematika, seorang siswa tidak dapat mengetahui jenjang yang lebih tinggi tanpa melalui dasar atau hal-hal yang merupakan prasyarat dalam kelanjutan program pengajaran selanjutnya. Untuk mempelajari matematika dituntut kesiapan siswa dalam menerima pelajaran, kesiapan yang dimaksud adalah kematangan intelektual dan pengalaman belajar yang telah dimiliki oleh anak, sehingga hasil belajar lebih bermakna bagi siswa.
Hudoyo (1988:4) berpendapat bahwa “belajar matematika yang terputus-putus akan mengganggu proses belajar”. Pendapat serupa dikemukakan Russeffendi (1988:25) bahwa belajar matematika bagi seorang anak merupakan proses yang kontinu sehingga diperlukan pengetahuan dan pengertian dasar matematika yang baik pada permukaan belajar untuk belajar selanjutnya. Proses belajar matematika haruslah diawali dengan mempelajari konsep-konsep yang lebih mendalam dengan menggunakan konsep-konsep sebelumnya atau dengan kata lain bahwa proses belajar matematika adalah suatu rangkaian kegiatan belajar mengajar dalam interaksi hubungan timbal balik antara siswa dengan guru yang ber-langsung dalam lingkungan yang ada disekitarnya untuk mencapai tujuan tertentu.
Matematika sebagai salah satu pelajaran yang diberikan di setiap jenjang pendidikan memiliki banyak definisi.  Menurut Soedjadi (1999:11) matematika memiliki beberapa definisi yaitu:
1.      Matematika adalah cabang ilmu pengetahuan eksak dan terorganisir.
2.  Matematika adalah pengetahuan tentang penalaran logik dan berhubungan dengan bilangan.
3.      Matematika adalah pengetahuan tentang bilangan dan kalkulasi.
4.    Matematika adalah pengetahuan tentang fakta-fakta kuantitatif dan masalah tentang ruang dan bentuk.
5.      Matematika adalah pengetahuan tentang struktur-struktur yang logik.
6.      Matematika adalah pengetahuan tentang aturan-aturan yang ketat.
Belajar Matematika sendiri memiliki keunikan yang membuatnya berbeda dengan belajar secara  umum. Dalam belajar matematika perlu disesuaikan dengan perkembangan kognitif siswa. Hal ini sesuai dengan pendapat  Dienes (dalam Agustina, 2009:8) bahwa ”Belajar matematika melibatkan suatu struktur hierarki dari konsep-konsep tingkat lebih tinggi yang dibentuk atas dasar apa yang telah terbentuk sebelumnya. Belajar matematika pada konsep yang lebih tinggi tidak mungkin bila prasyarat yang mendahului konsep-konsep itu belum dipelajari.” Dengan demikian, untuk dapat menguasai materi pelajaran matematika pada tingkat kesukaran yang lebih tinggi diperlukan penguasaan materi tertentu sebagai pengetahuan prasyarat.
Penguasaan yang tinggi akan dapat dimiliki siswa dalam mempelajari matematika bila guru tidak hanya menuntut siswanya untuk menghafal rumus saja, tetapi lebih penting adalah memberikan pemahaman yang penuh terhadap konsep-konsep yang disampaikan. Berdasarkan di atas, dapat dikatakan bahwa Belajar Matematika adalah proses dalam diri siswa yang hasilnya berupa perubahan pengetahuan, sikap, keterampilan untuk menerapkan konsep-konsep, struktur dan pola dalam matematika sehingga menjadikan siswa berfikir logis, kreatif,  sistematis dalam kehidupan sehari-hari. Belajar matematika akan lebih berhasil bila mengarah pada pengembangan berfikir, pengembangan konsep atau ide-ide terdahulu yang dipersiapkan untuk mempelajari dan menguasai  konsep baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar